Aktivis muda Madina serukan pendidikan berbasis adab dan muatan lokal sebagai solusi moral generasi muda - KORAN NASIONAL

Selasa, 21 Oktober 2025

Aktivis muda Madina serukan pendidikan berbasis adab dan muatan lokal sebagai solusi moral generasi muda

 



Mandailing Natal,koran nasional| 21 Oktober 2025 — Menanggapi kasus yang menimpa Guru Iyusan Sukoco dari SDN 328 Sinunukan IV, Kabupaten Mandailing Natal, aktivis muda dan pemerhati pendidikan Pajarur Rohman, M.Pd., menyerukan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal segera mengambil langkah mediasi antara guru dan orang tua murid agar persoalan tidak berlanjut ke ranah hukum.


Menurut Pajar, dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter dan adab, bukan arena saling menyalahkan. Ia menegaskan pentingnya mengedepankan nilai-nilai moral dan etika di atas ego maupun emosi sesaat.


> “Dalam ajaran Islam kita mengenal kaidah Al-Adabu Fauqol Ilmi — adab lebih tinggi daripada ilmu. Artinya, setinggi apa pun ilmu seseorang, tanpa adab dan budi pekerti, ilmunya tidak akan membawa manfaat. Karena itu, baik guru, murid, maupun orang tua perlu terus memperbaiki diri dalam hal adab dan perilaku,”

ujar Pajar dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).


Pajar menilai, Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk hadir sebagai penengah dalam setiap konflik di lingkungan sekolah.


> “Guru adalah perpanjangan tangan orang tua selama anak berada di sekolah. Jika terjadi kesalah pahaman, Dinas Pendidikan wajib hadir sebagai mediator agar persoalan tidak berkembang menjadi kasus hukum. Ini penting untuk menjaga kehormatan dunia pendidikan,”

tegasnya.


Revitalisasi Nilai Lokal sebagai Pondasi Pendidikan Karakter


Lebih jauh, Pajar menyoroti bahwa banyak persoalan sosial dan moral di Mandailing Natal berakar dari lunturnya penerapan nilai-nilai luhur budaya Mandailing, khususnya falsafah Poda Na Lima. Nilai seperti Paias Rohamu (bersihkan hatimu), menurutnya, seharusnya menjadi pedoman utama dalam bersikap dan menyelesaikan perbedaan.


> “Ketika hati bersih dan adab dijunjung tinggi, setiap masalah bisa diselesaikan dengan musyawarah dan kasih sayang. Inilah hakikat Poda Na Lima yang kini mulai pudar penerapannya,”

ujar Pajar.


Sebagai lulusan Magister Pendidikan UIN Suska Riau, dengan tesis berjudul “Nilai-Nilai Local Wisdom Falsafah Poda Na Lima Ditinjau dari Segi Pendidikan Agama Islam,” Pajar menegaskan pentingnya muatan lokal berbasis nilai budaya daerah sebagai strategi memperbaiki moral dan karakter generasi muda.


> “Kritik terhadap sistem pendidikan bukan sekadar soal kurikulum nasional, tetapi bagaimana kebijakan mampu mengakar pada nilai-nilai budaya daerah. Falsafah lokal seperti Poda Na Lima sejatinya dapat menjadi pondasi pendidikan karakter yang kuat,”jelasnya.


Ia menambahkan, jika nilai-nilai adab dan kearifan lokal dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal dan lebih di tekankan kepada peserta didik, saya yakin pembinaan moral dan etika sosial akan jauh lebih efektif.


> “Madina dan daerah lain di Nusantara memiliki kearifan lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Pemerintah harus menjadikannya bagian integral dari pendidikan formal agar generasi kita tidak tercerabut dari akar budayanya,”

pungkasnya.

(Magrifatulloh).

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done