KORAN NASIONAL

Kamis, 22 Oktober 2026

Diduga adanya oknum anggota TNI AL memberking SPBU Nakal Di wilayah hukum Polda Lampung

 





Lampung.koran nasional Tidak hanya itu, muncul pula dugaan adanya keterlibatan seorang oknum anggota TNI Angkatan Laut (TNI AL) berinisial R yang disebut bertugas di lingkungan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL).


Menurut informasi warga, oknum tersebut diduga memberikan perlindungan atau menjadi pihak yang membekingi aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi tersebut.


Dugaan adanya pihak yang memberikan perlindungan itu memunculkan keresahan masyarakat. Warga menilai aktivitas tersebut seolah-olah berlangsung tanpa rasa takut terhadap penegakan hukum.


Ujang dan Kardo bahkan disebut-sebut terkesan berani menjalankan aktivitas tersebut karena diduga mendapatkan perlindungan dari oknum aparat berinisial R. Namun, informasi mengenai keterlibatan maupun peran masing-masing pihak tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi lebih lanjut.


Menyikapi dugaan aktivitas penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut, warga meminta Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) segera melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.


Warga berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap dugaan keberadaan tempat pelangsiran dan pemindahan BBM Biosolar bersubsidi dalam skala besar di kawasan Jalan Insinyur Sutami, Way Laga, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.


Masyarakat juga meminta agar dugaan keterlibatan oknum aparat ditelusuri secara menyeluruh sehingga tidak menimbulkan kesan adanya pihak-pihak tertentu yang kebal terhadap hukum.


Menindaklanjuti informasi tersebut, tim media berencana segera melakukan konfirmasi kepada pihak Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) mengenai dugaan keterlibatan oknum TNI AL berinisial R dalam aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan BBM Biosolar bersubsidi.

Selasa, 20 Oktober 2026

PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru Gelar MAPABA, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Kepedulian Sosial

 






PEKANBARU — koran nasional. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) STAI Al-Azhar Pekanbaru Tahun 2026 menggelar kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) sebagai langkah awal dalam membentuk kader yang berintegritas, berkarakter, serta memiliki semangat perjuangan dan kepedulian terhadap sesama.


Kegiatan MAPABA ini diisi dengan penyampaian materi oleh para pemateri berpengalaman dari PMII Kota Pekanbaru. Selain menjadi ruang pengenalan nilai-nilai dasar organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, membangun kesadaran kritis, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan mahasiswa.


Tidak hanya berfokus pada proses pengkaderan, PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru juga menggelar kegiatan berbagi kepada sesama. Aksi sosial tersebut menjadi wujud nyata bahwa pergerakan mahasiswa tidak hanya berbicara tentang gagasan dan perubahan, tetapi juga harus hadir melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kegiatan berbagi ini sekaligus menegaskan bahwa nilai kemanusiaan merupakan bagian penting dari proses pembentukan kader PMII. Sebab, intelektualitas tanpa kepedulian sosial akan kehilangan makna, sementara perjuangan yang sesungguhnya adalah perjuangan yang mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.


Ketua Komisariat PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru, Abdul Kholid, menyampaikan bahwa kegiatan MAPABA ini diharapkan menjadi sinyal positif sekaligus momentum untuk meningkatkan antusiasme seluruh kader dalam merawat dan membesarkan PMII di lingkungan kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru.


“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan ke depannya menjadi sinyal positif dan bentuk antusiasme kita bersama untuk terus merawat, menjaga, serta membesarkan PMII di kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru. Saya berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti hanya pada kegiatan MAPABA, tetapi terus tumbuh dalam setiap proses dan langkah perjuangan kita,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa pengkaderan tidak semata-mata bertujuan menambah jumlah anggota, tetapi harus mampu melahirkan kader yang memiliki kesadaran intelektual, tanggung jawab moral, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.


“Melalui pengkaderan MAPABA ini, saya berharap setiap kader, khususnya dalam aspek kemanusiaan, mampu meningkatkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kita harus terus mengembangkan pergerakan yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Jangan sampai kita hanya tumbuh sebagai kader secara struktural, tetapi juga harus berkembang dalam sikap, pemikiran, dan tindakan nyata,” tambahnya.


Lebih lanjut, Abdul Kholid berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi kader baru untuk terus belajar, berproses, dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, PMII harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian menyuarakan kebenaran, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.


Ke depan, PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru diharapkan semakin solid dalam membangun tradisi intelektual, memperkuat solidaritas antarkader, serta menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat luas. Semangat kaderisasi juga diharapkan terus berlanjut melalui kegiatan diskusi, pengembangan kapasitas, aksi sosial, dan gerakan mahasiswa yang konstruktif.


MAPABA bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan pintu awal untuk memasuki perjalanan panjang pengabdian dan perjuangan. Dari proses inilah diharapkan lahir kader-kader yang mampu menjaga nilai-nilai PMII, menghidupkan semangat Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh, serta menjadikan kepedulian sebagai bagian dari identitas pergerakan.


Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru optimistis dapat terus tumbuh sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya kuat dalam gagasan, tetapi juga nyata dalam pengabdian. Sebab, pergerakan yang besar bukan hanya diukur dari banyaknya kader, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada sesama.

Minggu, 18 Oktober 2026

Kantor Hukum Advokat Indonesia Hadir di Malingping, Lebak, Siap Layani Konsultasi Hukum Masyarakat

 




LEBAK, koran nasional– Kantor Hukum Advokat Indonesia yang berada di Kampung Langgong, RT 02/RW 01, Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menyiapkan layanan pendampingan dan konsultasi hukum bagi masyarakat.


Berdasarkan papan nama dan spanduk yang terpasang di lokasi, kantor tersebut membawa identitas Advokat Indonesia di bawah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Lebak. Layanan yang dicantumkan meliputi penanganan perkara hukum pidana dan perdata.


Sejumlah bidang layanan yang tertera antara lain litigasi dan nonlitigasi, pendampingan perkara di pengadilan, sengketa tanah, sengketa perbankan, hak cipta, merek dan paten, persoalan ketenagakerjaan, legalitas perusahaan, hingga perkara perceraian.


Keberadaan kantor hukum di wilayah Kecamatan Malingping diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi, konsultasi, serta pendampingan terkait persoalan hukum yang dihadapi.


Masyarakat yang membutuhkan layanan hukum dapat mendatangi alamat kantor sebagaimana tercantum pada papan informasi. Nomor WhatsApp yang tertera pada spanduk adalah 0857-7486-1770.


Meski demikian, masyarakat tetap perlu memastikan identitas, kewenangan, serta status profesional pihak yang memberikan layanan hukum sebelum memberikan kuasa atau menyerahkan dokumen penting.


Informasi mengenai tanggal pembukaan atau peresmian resmi, nama pimpinan dan pengurus, serta mekanisme layanan bantuan hukum bagi masyarakat yang tidak mampu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pengelola kantor.


Dengan hadirnya fasilitas layanan hukum di wilayah Malingping, akses masyarakat terhadap konsultasi dan pendampingan hukum diharapkan semakin mudah, dengan tetap mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan.



Surajaya Kaperwil Banten

Satresnarkoba Polres Lebak Berhasil Mengungkap Peredaran Sabu di Wilayah Lebak

 





LEBAK – koran nasional  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebak Polda Banten berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika golongan I jenis sabu di wilayah hukum Polres Lebak.


Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial AP (40) pada Jum'at, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, di tepi Jalan Kuncoro Jati, Kampung Lebong, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.


Pengungkapan dilakukan oleh tim opsnal Unit I yang dipimpin Ipda Asan Somantri, S.H., bersama anggota opsnal Sat Resnarkoba Polres Lebak.


Dari hasil penindakan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 14 paket kecil dan 4 paket sedang yang diduga berisi narkotika jenis sabu.


Selain itu, petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah-putih beserta kunci kontak dan satu unit telepon genggam merek Infinix warna ungu.


Selanjutnya, terduga pelaku beserta barang bukti diamankan ke Satresnarkoba Polres Lebak untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.


Kapolres Lebak AKBP Arninsi, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Resnarkoba Polres Lebak AKP Epi Cepiyana, S.H., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Lebak.


"Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika," ujar Epi, Minggu (18/10/2026).


"Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar," ungkapnya.


Sementara itu, Kasihumas Polres Lebak Iptu Moestafa Ibnu Syafir mengimbau masyarakat agar bersama-sama memerangi narkoba demi menjaga keamanan lingkungan serta melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.


Kaperwil Banten.

Sabtu, 17 Oktober 2026

Seorang Pemuda di Malingping Jadi Korban Dugaan Penganiayaan di Cafe Haigo

 





LEBAK, KoranNasional.my.id -

Seorang pemuda bernama Yousef Haikal Bin Taufik Hidayatullah (24), warga Kampung Lebak Terminal, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, menjadi korban dugaan penganiayaan secara membabi buta.


Insiden kekerasan ini terjadi di Cafe Haigo, Kampung Beyeh, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, pada Sabtu (17/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.


Tak terima atas perlakuan kasar yang dialaminya, korban didampingi pihak keluarga langsung melaporkan kasus tersebut ke Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Malingping pada siang harinya.


Laporan resmi korban diterima langsung oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT) III Polsek Malingping, AIPTU Ahmad Rojai, atas nama Kepala Kepolisian Sektor Malingping, dengan nomor registrasi STBL/17/X/2026/Sek. Malingping.


Kronologi Kejadian


Peristiwa bermula saat Yousef mendatangi Cafe Haigo dengan maksud untuk menjemput rekannya, Sdri. RA. Sesampainya di dalam kafe, Yousef melihat Sdri. RA sedang tertidur di sofa. Di sekitar lokasi tersebut, tampak beberapa orang lainnya yang tengah duduk-duduk, antara lain Sdr. DU, Sdri. EM, dan Sdr. PU.


Petaka terjadi saat Yousef mencoba membangunkan Sdri. RA dengan niat baik untuk mengajaknya pulang. Tanpa alasan yang jelas, Sdr. DU tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya dan langsung menyerang korban secara brutal.


"Saya tiga kali dipukul di bagian samping mata sebelah kiri, satu kali pukulan di bagian samping mata sebelah kanan, dan satu kali pukulan di bagian telinga sebelah kanan," ujar Yousef saat dikonfirmasi wartawan pasca-kejadian.


Kerasnya hantaman membuat Yousef sempat jatuh tersungkur. Meski korban sudah tidak berdaya di lantai, terduga pelaku dilaporkan masih mencoba kembali menghujani korban dengan pukulan.


Beruntung, aksi brutal tersebut segera dilerai oleh sejumlah saksi di lokasi, seperti Sdr. EK, Sdri. EM, Sdr. EC, Sdr. PU, serta Sdr. FB pengunjung kafe.


Keluarga Tempuh Jalur Hukum


Paman korban, Chia, membenarkan adanya insiden pemukulan yang menimpa keponakannya tersebut. Dirinya langsung turun tangan mengawal kasus ini ke jalur hukum.


"Benar, kejadian itu menimpa keponakan saya. Saya langsung mendampingi Yousef untuk membuat laporan resmi ke pihak Polsek Malingping. Kami juga sudah melakukan visum di rumah sakit sebagai alat bukti pemenuhan laporan," tegas Chia.


Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap terduga pelaku agar memberikan efek jera.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Kepolisian Sektor Malingping terkait langkah hukum dan pengejaran terhadap terduga pelaku utama.


Kaperwil Banten

Jumat, 16 Oktober 2026

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Lebak Gelar Subuh Keliling di Masjid Jami Al-Muhajirin




LEBAK – koran nasional. Dalam rangka mempererat silaturahmi dan meningkatkan kedekatan dengan masyarakat, Wakapolres Lebak Kompol Eddy Prastyo Hermawan, S.E., M.M., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (17/10/2026) pukul 04.15 WIB.


Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Quick Wins Kapolri melalui program Polisi Bersama Masyarakat, sebagai upaya memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan yang humanis serta komunikasi secara langsung.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Ops Polres Lebak Kompol Hero, S.H., Kasi Propam Polres Lebak Ipda Adi Nugraha, Kanit Provos Polres Lebak Ipda Rusliadi, Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung Aipda Catur, tokoh agama, serta masyarakat setempat.


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Subuh berjemaah bersama warga. Setelah itu, Wakapolres Lebak menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi, masukan, dan keluhan warga. Melalui komunikasi tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang semakin dekat serta tercipta sinergi yang baik antara kepolisian dan masyarakat.


Kapolres Lebak AKBP Arninsi, SH, SIK, MSi melalui Wakapolres Lebak Kompol Eddy Prasetyo,H,SE,MM menekankan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara Polri, tokoh agama, dan warga sangat diperlukan dalam menjaga keamanan serta memperkuat kerukunan di lingkungan masyarakat.


"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Polres Lebak tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menghadirkan ruang komunikasi yang terbuka antara Polri dan masyarakat. Kehadiran personel kepolisian di tengah warga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dalam menjaga kamtibmas," terang Eddy.


"Polres Lebak berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan yang mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan yang responsif kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat: Melindungi, Mengayomi, dan Melayani.," ungkapnya.

Sambut Anak Ketiga, Rismawati dan Jhon Gelar Syukuran Tujuh Bulanan di Lebak

 




LEBAK, koran nasional Siagabhayangkara.my.id – Pasangan suami istri, Rismawati dan Jhon, menggelar acara syukuran tujuh bulanan di kediamannya di Malingping, Lebak, Banten, Sabtu (17/10/2026). Acara yang sarat akan nilai tradisi ini digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama menjelang kelahiran anak ketiga mereka.


Suasana hangat menyelimuti lokasi acara yang dihadiri oleh keluarga besar, kerabat dekat, serta ibu-ibu pengajian. Dekorasi bernuansa putih dan biru dengan rangkaian bunga yang anggun turut menambah kesan khidmat dalam perayaan tradisi menjelang kelahiran sang buah hati tersebut.


Rismawati tampak anggun mengenakan busana panjang bernuansa hijau keabu-abuan. Kehadiran anggota keluarga dengan busana rapi menjadi bentuk dukungan moral yang kuat bagi calon ibu yang kini telah memasuki trimester ketiga kehamilan.


Secara psikologis, memasuki trimester ketiga, persiapan fisik dan mental bagi calon orang tua memang menjadi sorotan utama. Selain menyiapkan kebutuhan bayi, dukungan dari lingkungan sekitar dan keluarga dinilai sangat krusial untuk menjaga kestabilan emosi ibu menjelang hari persalinan.


Bagi Rismawati dan Jhon, kehadiran anak ketiga ini diharapkan dapat semakin melengkapi kebahagiaan keluarga. Melalui acara tujuh bulanan ini, mereka memanjatkan doa agar ibu dan bayi senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.


"Acara ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berkumpul bersama orang-orang terdekat. Kami berharap seluruh proses kehamilan hingga persalinan berjalan lancar, serta sang bayi lahir dalam keadaan sehat dan membawa kebahagiaan," ujar KH. Uju Sahroni perwakilan keluarga di sela-sela acara.


Hingga berita ini diturunkan, keluarga besar tengah terus mempersiapkan berbagai kebutuhan fisik maupun mental untuk menyambut anggota keluarga baru mereka dalam waktu dekat.



(Red/Surajaya)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done