Koran nasional | Pelalawan,katakabar.com- Kelangkahan BBM subsidi Solar di kabupaten Pelalawan, sangat meresahkan masyarakat kabupaten Pelalawan. Dengan kelangkahan BBM tersebut, wakil ketua DPRD kabupaten Pelalawan langsung sidak ke SPBU KSO dengan Nomor Seri 14.283.6190. Pangakalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Langkah ini diambil sebagai respons atas banyaknya keluhan dari masyarakat terkait seringnya SPBU melayani pelangsir solar subsidi menggunakan truk colt disel yang sudah dimodifikasi , yang tentunya menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga yang membutuhkan layanan SPBU.
Adanya keluhan masyarakat setempat telah banyak mengeluhkan , sehingga menimbulkan kesulitan bagi mereka yang membutuhkan bahan bakar untuk keperluan sehari-hari maupun untuk aktivitas lainnya
Dengan adanya kelangkahan minyak BBM solar, yang ada di kabupaten Pelalawan, Wakil ketua DPRD Kapubaten Pelalawan Baharuddin, langsung terjun lansung kelapangan melihat keadaan tersebut, Jumat (1/8/2025), pukul 21.00 WIib malam tadi
"Saya meminta agar kejadian tersebut di naikan ke media, saya sudah mendengar kelangkahan minyak BBM bio solar subsidi,kalau pun ada antrian panjang sampai ke jalan , makanya saya lansung terjun kelapangan, " ujar Baharuddin kepada media
Lanjut Baharuddin, ketika saya terjun kelapangan memang benar laporan tersebut terjadi. Banyaknya para pelangsir minyak BBM solar di SPBU PT KSO Nomor Seri 14.283.6190.ujar Baharuddin.
" Saya sudah telepon Kapolres Pelalawan, supaya beliau datang kemari, dan menindak tegas para mafia-mafia BBM solar tersebut, " Seru Bahar
Lebih lanjut, dikatakan Pimpinan DPRD Kabupaten Pelalawan, karena sudah sangat meresahkan masyarakat kabupaten Pelalawan, khusus masyarakat pangkalan kerinci. "Karena sudah banyak laporan-laporan yang saya terima dari masyarakat sehingga saya langsung terjun kelapangan. Bila perlu saya akan buat laporan ke Polres Pelalawan,"tegas Baharuddin.
Jurnalis Dipaksa Hapus Fota dan Video Liput Pimpinan DPRD Pelalawan
Rekan jurnalis bernama Iren bersama tim ,dipaksa menghapus rekaman video dan foto lepas meliput sidak Pimpinan DPRD Kabupaten Pelalawan di SPBU PT KSO Nomor Seri 14-283-624. Peristiwa yang menimpa reporter bertugas di Kabupaten Pelalawan .
"Setelah Wakil Ketua Baharuddin keluar dari SPBU PT KSO, kami awak media diintimidasi oleh para pelangsir-pelangsir minyak supaya rekaman kami tadi dihapus paksa, " kata Iren
Tak berselang lama setelah mengambil rekaman suasana aktivitasi SPBU , Iren didatangi oleh Sekitar puluhan supir pelangsir , mereka meminta agar hasil rekaman video sidak Pimpinan DPRD Pelalawan dihapus
"Jika tidak kami hapus paksa maka kami tidak boleh keluar dari SPBU KSO. Dan hp kami diambil paksa dan semua rekaman kami dihapus.Kami tidak boleh menaikkan berita, jika kami naikan kami akan di ancam. Mendatangi kami ada lebih kurang tiga puluh orang. Memaksa kami supaya menghapus video tersebut, " cerita iren
"Kami meminta kepada penegak hukum supaya bertindak tegas, kepada para mafia-mafia BBM solar tersebut yang sudah merasakan masyarakat. Dan sudah melakukan intimidasi kepada para jurnalis, " tendasnya
