Nasional —koran nasional| Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna Bakti Negara, Zuli Zulkipli, S.H., menyoroti data mengejutkan terkait rendahnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi di wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Jawa Barat dan Banten, yang bahkan disebut lebih rendah dibandingkan Papua.
Menurut Zuli Zulkipli, S.H data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan serius dalam akses pendidikan tinggi di daerah padat penduduk seperti Karawang dan Bekasi. “Kita harus buka mata. Karawang dengan penduduk ratusan ribu, hanya sekitar 17.800 orang yang tercatat menjadi mahasiswa. Ini angka yang sangat rendah untuk wilayah industri besar,” ujarnya Selasa (11/11/2025).
Zuli Zulkipli, S.H menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi alarm bagi semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. “Kalau Karawang saja seperti ini, bagaimana dengan Kabupaten Bekasi yang jumlah penduduk dan kawasan industrinya jauh lebih besar? Jangan-jangan kondisinya justru lebih parah,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi akan berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. “Industri terus tumbuh, tapi kalau tidak diimbangi peningkatan SDM lokal, akhirnya masyarakat kita hanya jadi penonton di daerah sendiri,” kata Zuli Zulkipli, S.H
Kendati Demikian Zuli Zulkipli, S.H mengajak pemerintah daerah Kabupaten Bekasi untuk melakukan pendataan komprehensif terkait jumlah warga yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. “Data ini penting untuk membuat kebijakan afirmatif, seperti beasiswa daerah atau kemudahan akses pendidikan bagi anak buruh dan pekerja,” pungkasnya. (Lia Hambali)
Penulis: Haris Pranatha, Kabiro Bekasi, Jawa Barat
