Siswa kecelakaan didepan sekolah kepala sekolah hanya mengucapkan permintaan maaf tanpa ada kunjungan dan pembinaan kejadian. - KORAN NASIONAL

Jumat, 17 Oktober 2025

Siswa kecelakaan didepan sekolah kepala sekolah hanya mengucapkan permintaan maaf tanpa ada kunjungan dan pembinaan kejadian.




Pekanbaru, |koran nasional| terkait terjadinya kecelakaan di lingkungan sekolah tepatnya diluar pagar. Saat itu anak-anak yang masuk siang dibuat kegiatan les. Namun karena lambat pulang tak tahu perasaan orangtua mulai bimbang sehingga dijemput abangnya. Sesampainya disekolah hanya tinggal tas dan sepatu. Diketahui siswa inisial RF kelas 4 a mendapat kecelakaan saat bermain bola disekolah.


Informasi sementara anak-anak sudah pulang, mengambil kesempatan bermain bola. Didalam permainan, bola terlempar keluar. Kemudian diambil sama RF. Dengan keraguan untuk menyebrang sehingga saat itu walikelas RF masih berada di luar pagar dan memberikan aba-aba untuk penyebrangan RF. Malang tak bisa ditolak saat pengambilan bola, diduga dengan kecepatan tinggi pengendara sepeda motor cewek menabraknya. (Rabu, 15/10/2025)


Investigasi dilapangan pengendera sepeda motor dibonceng sama walikelasnya untuk dibawa kerumah sakit sementara siswa kecelakaan RF digotong oleh orang lain untuk dilarikan kerumah sakit.



Orangtua saat itu hanya tahu RF sudah berada di klinik Misbah jalan yossudarso Rumbai Pekanbaru, sehingga disusul dan saat dijumpai RF sudah dalam keadaan diperban kepalanya. Dari keterangan dokter dan walikelas kepala RF dijahit.


Kejadian ini membuat pertanyaan orangtuanya siapa yang melanggar anaknya. Namun sayang walikelasnya RF buk eci mendiami orangtua RF agar jangan mencari kesalahan dan kebenaran. Orangtua tertegun sambil bertanya kok seperti ini. Dengan penasaran orangtua terus mencari keluarga penabrak. Kebetulan salahsatu pihak keluarga penabrak mengambil obat diketahui dari informasi pihak keamanan. Namun sayang pihak keluarga penabrak tetap mengelak untuk diselesaikan dengan orangtua RF malah memilih memberikan nomor WhatsApp nya kepada gurunya RF.


Kuat dugaan walikelasnya RF eci pasang badan kejadian kecelakaan dengan membawa dan membayar biaya pengobatan RF. Ini dibuktikan chat WhatsApp dengan kepala sekolah SDN 55 pekanbaru yang mengatakan kami selaku pihak sekolah sudah bertanggung jawab dengan membawa anak dan membayar biaya pengobatan rumah sakit ungkapnya (16/10/2025) 


Sebelumnya kamis 16/10/2025 orangtua sudah mendatangi sekolah untuk mendapatkan kronologis cerita kecelakaan RF dan melihat hasil cctv disekolah dan berharap gurunya eci dipanggil kesekolah sehingga dapat menceritakan kronologis kejadian yang akan disaksikan oleh kepala sekolah SDN 55 pekanbaru sebagai penanggung jawab sekolah. Tapi hari itu Tedy tidak berada ditempat dengan alasan pelatihan dan di wakilkan oleh wakilnya namun tidak bisa memberikan keputusan sehingga berjanji akan dijumpai esok hari dengan kepala sekolah beserta gurunya.



Orangtua berharap sebagai walikelas dan saksi kecelakaan dapat memberikan penjelasan terkait kecelakaan tersebut. Hingga malam hari kabarpun tidak didapat. Sehingga orangtua melakukan chat kepada kepala sekolah agar besok dapat berjumpa dan memangil ibuk eci sebagai saksi dalam memberikan keterangan. Inii dilakukan hanya orangtua tahu apa sebenarnya yang terjadi.


Sayang Tedy selaku kepala sekolah tetap tidak bisa berjumpa dengan alasan masih pelatihan. Dari informasi Tedy juga mengatakan eci enggan untuk menghubungi pihak keluarga penabrak karena diduga keluarga penabrak sebagai pengacara. Dari informasi tersebut Kuat dugaan kepala sekolah dan guru kelas eci SDN 55 pekanbaru merasa melalaikan peristiwa ini dengan beranggapan sudah membawa korban Siswanya kerumah sakit dan membayar biaya pengobatan.


Pertanyaan pun timbul apakah dengan membayar dan membawa siswa yang terkena musibah didepan sekolah masalah sudah selesai. Tanpa ada pengarahan dan pembinaan? Beginikah pola struktur pendidikan kota Pekanbaru.


Terkait masalah SDN 55 pekanbaru ini juga bukan yang pertama, awak media juga pernah menegur kepala sekolah dengan pembiaran lubang besar menganga didepan sekolah SDN 55 pekanbaru sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan. Namun setelah ditegur barulah jalan pintu masuk sekolah diperbaiki.


Dari sini tim mengambil kesimpulan Tedy selaku kepala sekolah SDN 55 pekanbaru kurang memberi perhatian terhadap aktivitas sekolah, sehingga tak ada kebijakan yang diambil sebelum mendapat teguran. Maka daripada itu tim meminta melalui kepala bidang SD dan kepala Dinas Pendidikan kota Pekanbaru agar dapat memanggil kepala sekolah SDN 55 pekanbaru Tedy dan guru walikelas 4a eci terkait prosedur kecelakaan dan kebijakan yang diambil selaku penanggung jawab disekolah. Demi terciptanya pendidikan yang lebih baik.


Persoalan ini menjadi bukti bahwa guru dan wakil kepala sekolah yang ditunjuk tidak dapat memberikan solusi atau keputusan saat ada permasalahan disekolah. Sehingga kehadiran kepala sekolah dan kebijakannya sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah. Berita ini tayang setelah dikonfirmasi melalui chat WhatsApp kepala sekolah namun tidak memberikan solusi dan hanya mengarahkan kepada guru yang bersangkutan.


(Red) Bersambung...

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done